Entah kenapa,
aku nyaman berbagi cerita denganmu.
Entah kenapa,
di hatiku selalu ada pengertian untukmu.
Kau egois, mau menang sendiri, kejam dan ucapanmu tajam.
Namun entah kenapa,
aku bisa terbiasa.
Entah kapan,
aku bisa menjelaskan fenomena ini.
Dan kamu bisa memahami.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar