Di tanggal 25 Desember tahun ini, di mana banyak orang merayakan lahirnya Yesus Kristus, gua tiba-tiba mendapat inspirasi. Seperti ada orang yang berbisik di ruang ide di otak ini: hei bagaimana kalau kamu menghitung berkat yang kamu dapat di tahun ini untuk menyatakan syukurmu?
Tahun ini diramalkan akan menjadi tahun yang berat, tahun krisis dan bencana. Kita semua mengikuti, atau setidaknya mendengar berita – berita mengenai krisis keuangan yang menimpa banyak dimensi masyarakat. Chrysler melakukan perumahan masal terhadap pekerja – pekerjanya, beberapa perusahaan menutup pabrik, orang – orang bursa rugi dalam lebih dari sedikit transaksi surat – surat berharga, dan perusahaan investasi yang sudah mapan pun terpaksa hilang tertelan monster krisis ini. Bencana pun bisa terhitung yang besar – besar, dan yang kecil – kecil sudah demikian banyak sehingga kita jengah dan menganggapnya biasa. Gempa, banjir bandang dan longsor di daerah Sumatera dan Jawa, serta beberapa pulau lain mengingatkan kita bahwa alam pun punya batas kesabaran akan ekspansi manusia. Bencana kecil, seperti beberapa insiden bunuh diri yang cukup banyak di akhir tahun ini, kebakaran, runtuhnya sebagian gedung dari pusat belanja di Jakarta, dan banyaknya korban dalam perebutan rezeki di hari raya merupakan keseharian kita.
Melihat itu semua, patutlah gua bersyukur melihat gua bisa selamat merayakan natal dengan aman di rumah. Mengesampingkan konflik – konflik besar yang terjadi di kehidupan gua, yang mana memang terjadi, kekecewaan – kekecewaan, kehampaan yang sering menghinggapi, dan sedikit masalah kesehatan, banyak hal yang bisa disyukuri! Ketika menghitung berapa banyak, gua cukup kaget karena ternyata ada surplus syukur yang begitu besar tahun ini! Mari senyum bareng dulu =)
Mari kita mulai dengan yang kecil – kecil dulu, karena yang kecil – kecil ini mudah sekali hilang saat kita menghitung yang besar – besar.
1. Gua masih punya pekerjaan mengajar les pelajaran. Walau Cuma satu orang tapi puji Tuhan
2. Laptop gua ga ada masalah sama sekali. Sehat walafiat. Bandingkan dengan tahun lalu yang mengalami kerusakan di motherboard! OMFG, kehadiran laptop ini cukup krusial dalam kehidupan gua setahun ini.
3. Dapat baju baru, sedikit tapi cukup. Bahkan, gua bisa nyumbang sedikit buat Natal. Yuk senyum lagi =)
4. Motor gua masih sehat. Ga rewel, cuma ganti kabel speedo doang, ganti oli.
5. Masih bisa main futsal seminggu sekali. Walau ada masalah izin sebentar, tapi diatasi dengan relatif mudah. Tadinya gua kira udah bakal pensiun tahun lalu, setelah cedera lutut dan kambuh 2-3 kali. Puji Tuhan walau musti lebih hati – hati saat main, gua masih bisa main olah raga kesukaan gua ini. Bahkan di FTb Games 2009 gua bisa juara 3 futsal, dan gua bisa membantu tim alumni juara 1 basket.
6. Keluarga masih utuh dan bisa dibilang damai. Konflik – konflik yang ada puji Tuhan masih bisa diredam dan gua tahan – tahanin. Ini adalah berkat besar, banyak orang ga sadar hal itu. Sangat sulit berkonsentrasi kalau keluarga kita ga damai.
7. Masih bisa melayani di gereja dengan paduan suara. Hahaha suara gua masih laku aja di gereja. Kawinan juga banyak yang diiringi oleh paduan suara wilayah gua.
8. Semua orang yang gua sayangi secara umum relatif sehat dan selamat.
9. Dapat hand phone baru!! Dua kali karena HP yang baru diganti hilang dalam beberapa minggu. Stupid me X.X But, hey! Technically I got 2 new hand phone, though only 1 is usable.
10. Ga ada masalah berarti dalam pendaftaran ulang kuliah XD
11. Masih bisa memberi, bukan diberi, sedekah.
12. Bisa menyaksikan teman – teman seangkatan lulus dengan bahagia. Miss you guys.
13. Punya pembimbing skripsi yang pengertian, banget, ke gua. OMG gua tidak bisa membayangkan kalau pembimbing skripsinya orang lain, pasti gua sudah di-bully – bully karena ketololan gua.
14. Tak pernah kena kecelakaan di jalan raya.
15. Gua punya banyak teman. Mungkin ga semua bisa hadir setiap saat gua butuh mereka, tapi satu dua ada di situ, menyelinap di saat – saat tertentu untuk menjaga gua tetap di jalur gua.
16. Etc.
Wah – wah, banyak juga yah berkat kecilnya. Masih banyak namun rasanya contoh – contoh ini sudah cukup mengingatkan gua untuk mensyukuri bukan hanya berkat besar namun juga berkat – berkat kecil yang setiap hari selalu menopang jalan gua.
Sekarang gua akan beralih ke berkat – berkat yang gua anggap berkat besar tahun ini. Ini relatif, tapi mengingat hal – hal ini membuat gua tersenyum lebih lebar dari yang lain. Senyum dong =)
1. Paduan suara gua, Paduan Suara Wilayah Santa Theresia dari Kanak – kanak Yesus, memenangkan lomba paduan suara antar wilayah di Paroki Katedral. Dengan latihan hanya hitungan minggu dan anggota yang jarang lengkap saat latihan, rasanya mustahil menang tanpa restu Tuhan, seberapa kerasnya pun kita latihan.
2. Yang ini lebih gila lagi. Paduan suara gua yang satu lagi, Paduan Suara Orang Muda Katolik Katedral, meraih peringkat pertama dalam Lomba Paduan Suara Orang Muda Katolik se- Keuskupan Agung Jakarta (Jakarta dan sekitarnya, misal Bekasi, Cijantung, BSD). Latihannya diadakan sekitar sebulan sebelum lomba. Gua ditawarin ikut seminggu sebelum latihan perdana. Dengan lomba antar wilayah menjelang, maka gua sangat sering bolos latihan. Terhitung hanya dua minggu sebelum lomba gua baru memegang teks lagu pertama dalam materi lomba tersebut! Dengan sistem kebut – kebutan, gua berusaha mengejar ketertinggalan gua dari anggota yang lain. Di saat tampil sesungguhnya rasa pesimis sudah merayap. Padus gua baru sekali – sekalinya bagus pas latihan, terus ditambah gaya –gaya pula. Apa – apaan ini, materi belum beres musti latihan gerak pula!? Pada saat pengumuman, gua tidak berada di tempat, sehingga saat mendengar dari rekan sepadus bahwa kita peringkat satu, reflek gua adalah bertanya: Masa? Pialanya mana?
3. Nonton Java Jazz!!! Wehehe menabung dan berharap suatu saat bisa nonton konser besar, akhirnya impian itu tercapai bersama Rinaldy, Gandhi, Pucca, Raja dan Gaby. Kita menonton banyak musisi Jazz fantastis mulai dari Dwiki Dharmawan, Matt Bianco, hingga yang terpenting, JASON MRAZ!!! Yeah, watching that wacko really made my semester worthwhile.
4. Tahun ini bisa disebut My Jazzy Year. Medio akhir tahun gua pergi menonton Jazz Goes to Campus ke-32 di UI. Menonton di UI Depok langsung disambut hujan. Andre Hehanusa memoles Karena Kutahu Engkau Begitu dengan beat yang lebih cepat dan bersemangat tanpa mengurangi nuansa romantis lagu itu, Ecoutez! tetap mendapat hati di telinga para fansnya, Maliq Rockss!! Kejutan didapat saat menonton Kul-kul, band Jazz fusion yang mengabungkan band jazz, duet biola dan gamelan Bali. Mereka betul – betul membangkitkan suasana meriah dengan perpaduan musik yang dinamis antara melodis dan ritmis. Jadwal acara yang molor tidak menyurutkan kesenangan rombongan Rinaldy Gandhi Pucca dan gua untuk menikmati penampilan Olivia Ong sebagai puncak acara hari itu.
5. Akhirnya gua seminar juga!! Langkah pertama menjelang sidang skripsi sudah diambil. Meskipun selalu ketar – ketir dan ada kesulitan dengan naskah dan jadwal berdiskusi dengan pembimbing lab, namun akhirnya semua berjalan baik. Semoga ke depannya bisa jauh lebih lancar! Yuk senyum lagi =)
6. Tahun ini juga bisa dibilang tahun reuni. Alumni SMU angkatan gua mengadakan reuni angkatan. Senang rasanya ketemu dengan teman “senasib” a.k.a belum lulus, ada yang sudah kerja, ada yang baru bertemu lagi setelah mereka belajar ke luar negeri sejak SMU.
Ada yang sangat berubah penampilannya, ada yang masih seperti dulu. Tapi yang pasti semangat dan jiwa kami tetap tidak berubah. Semangat Kanisian! Kafe Pisa sempat riuh dengan Mars Kanisius yang kami nyanyikan bersama, sementara itu ada seorang bapak muda yang memperhatikan dengan heran X.x freak banget di depan umum nyanyi mars? Namun ternyata beliau adalah sesama kanisian, alumni tahun 70an, kalau tidak salah =)
7. Tahun ini reuni juga dengan teman – teman SD. Pemicunya adalah, selain kangen satu sama lain tentunya, adalah kembalinya teman kami dari USA, setelah dia pindah di tahun 1999. It’s been fun meeting them after all these years. Some girls got prettier, some got fatter, which was good for some cases. There’re only three guys there so it was fun-watching-the-girls-and-reminiscing fun, almost no boys fun. All in all, it was fun.
8. Mengikuti acara rame – rame teman seangkatan di Fakultas Teknobiologi. Tahun baruan 2009 dirumah Lukas, jalan bareng ke Gading, makan – makan di Pasar Ikan (lobster, hmm), menyenangkan. Waiting for our next event.
9. Tahun ini terutama menjelang akhir tahun adalah hari – hari yang berkaitan erat dengan perkawinan dan... usus buntu. Apa? Apa hubungannya? Oke, satu per satu. Di bagian atas sudah gua sebut kalau padus gua mengiringi banyak acara perkawinan. Kemudian gua mendapat pekerjaan dalam sebuah Wedding Organizer karena teman guaterkena usus buntu (dia cepat pulih kok. Thanks bro). The pay was good for that amount of work, and the wedding went great! Dan karena cari alamat untuk perkawinan (pernikahan?) tersebut, kontak yang sedikit terputus dengan orang yang dulu dekat terjalin lagi untuk sejenak. Hal inilah yang paling menyenangkan. Really miss communicating with her. Kemudian di akhir – akhir tahun, ada teman kuliah yang digadang – gadang sebagai orang pertama yang akan menikah di angkatan kami, terkena usus buntu dan harus dioperasi juga. Cepat sembuh, my sister =)
10. Menjadi Panitia Pemilihan Anggota BPM, Pemilihan Ketua Senat dan LDK BPM – Senat FTb 2009. Segenap panitia termasuk gua ingin memberikan bekal sebaik – baiknya untuk penerus kami di organisasi kemahasiswaan Fakultas Teknobiologi. Begitu banyak bahan yang ingin dijejalkan dalam jadwal yang begitu singkat. Jadwal yang padat dan waktu persiapan yang singkat adalah hambatan utama dalam mengerjakan tugas ini. Semoga semua yang diberikan terbukti bermanfaat bagi teman – teman dan organisasi kemahasiswaan tersebut bisa terus berlanjut semakin lama semakin maju.
11. The happiest but crappy highlight of this year’s blessings was the fact that my first love went out to a movie with me. I’ve been in love with her for some ten or so years, and that night she went out with me. Make no mistake, it doesn’t mean that I’ve been living like a monk and never hang out or fall for another girl, it’s just I can’t forget her and that I made some important decisions in my life just to a glimmer of hope that those might ease my chance of meeting her again.
I’ve said in my prayer that I could die in peace when I met her again after all these years. To went out with her, that was close enough to heaven I think. Although I didn’t think the ending’s that great. I was rendered speechless, making stupid conversations and all. Nonetheless, I’m very really grateful. Giving thanks a million times won’t seem enough.
Gua teringat lagu yang dulu pernah gua nyanyikan di SD dan SLTP, “bila kita hitungkan berkat Tuhan, pasti lah kan terhibur selalu girang.” Setidaknya untuk gua, tahun ini adalah tahun yang luar biasa. Teman – teman yang gua sayang, keluarga yang gua cintai, dan kasih dari Tuhan dalam setiap berkat serta tiap cobaan, cukup untuk membuat gua menjadi salah satu orang yang sangat bersyukur di akhir tahun ini. Apakah anda merasa tahun ini mengecewakan, biasa saja, bahkan hampa? Sudahkah anda menghitung berkat anda sepanjang tahun ini? Mari senyum bersama gua, yang lebar!! =)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar