Ku berjalan menemani malam yang sudah mengantuk
Lihat matahari sudah menyundulmu, wahai langit kelam!
Di ufuk, di ufuk!
Ada sinar jingga walau masih temaram.
Bintang sudah lelah berkelipan
bulan sudah meluncur ke bawah perosotan.
Mencium aroma embun, aku bangkit
Orang-orang subuh sudah berolah raga
yang di dapur sudah memasak dan berbau kunyit
Sang peronda sudah berhenti berjaga
macet tiada, panas tidaklah terik membakar
bunga kembang pagi merayap mekar
melukis pinggir jalan dengan warna-warni
menggandeng para loper koran yang meluncur di sepeda mereka
Membawa berita, yang baik untuk situ, mimpi buruk untuk yang di sini.
Langit tersebut sudah terbuka
Mentari sudah melembut
Sebelum menampakkan garangnya sinar ultraviolet
kuning merah penginspirasi semua tersebut menemani orang-orang
tidak hanya yang jahat, termasuk yang baik, dan yang pura-pura baik,
sarapan, pulang dari lokasi, lari ataupun bangun pagi
Halo para makhluk tukang begadang!
Sebelum siang dan sore membuat semua jiwa terasa kepepet.
Mentari bersinar lembut..
Aku terus berjalan,
memandang,
mencium,
lalu menekan tombol kamera,
untuk menangkap pagi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar