Selasa, 27 Januari 2009

Childhood Memory

Ada sebuah kenangan di masa kecil yang cukup membekas di ingatan penulis.
Tentu saja, bila tidak tentu penulis tidak ingat.

Di waktu kecil, penulis cukup sering sakit dan ke dokter.
Di tempat praktek seorang dokter, penulis sedang menunggu dalam ruangan bersama dengan keluarga.
Ada seorang muda yang sakit (lupa gendernya, s/he) mendapat giliran lebih dulu.

Mungkin wajar bila dia diantar oleh keluarga yang khawatir dengan keadaannya.
Mungkin kelihatan sedih bila dia ke dokter sendirian.
Mungkin romantis bila ia pergi diantar pasangannya.

Tapi tidak!
Serombongan orang seumurannya, ada yang pria, wanita, entah ada yang transgender atau tidak, penulis kurang ingat, mengantarnya,
menemaninya ke ruang dokter, dan melakukan diskusi dengan sang dokter bersama dengan si pasien.

Tidak pernah sekalipun ia ditinggalkan sendirian.

Ada kemungkinan tindakan tersebut kurang mengesankan bila ia kecelakaan atau semacamnya, tapi ternyata diagnosisnya adalah penyakit yang umum, gejalanya pun hanya pusing dsb.

Sungguh menggetarkan adanya kepedulian sesama teman yang sangat besar di sekeliling sang pasien
Penlis yakin, sang pasien akan cepat sembuh, bukan hanya karena dokternya hebat, obatnya tepat dsb, tapi juga karena kehangatan yang ditunjukkan teman-temannya.

Hahaha, penulis juga kadang ingin merasakannya.
Berapa orang dari masyarakat modern saat ini yang memiliki hubungan pertemanan seperti itu?
Saat anda sakit, adakah teman yang bersedia meluangkan waktu untuk mengantar/ merawat anda sampai ke dokter dan setelahnya?
Jika ya, tolong, jangan sampai kehilangan mereka, dan bersyukurlah karena harta tersebut jauh lebih berharga dari kedudukan tinggi sekalipun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar