Selasa, 20 Januari 2009

Ilusi

No ropes to bind me
I'm free!!

Having conversation with the soft gust of the valley
exchanging words with you in the middle of the field of paddy
breaking a day we straighten our bodies on that bamboo plate
speaking of how beautiful you are when
your seriousness wipes my silly misbehaves.
Or what an idiot are we when playing billiard.

Engkau tertawa
Saat kukagumi sederhananya dandananmu
saat kukatakan nyamannya melingkarkan lenganku
di pinggangmu menenangkanku lebih dari musik klasik
Engkau menatapku dengan matamu yang tajam dan cerdik
jernihnya tawamu di dalam sorotnya membuatku selalu ingin melihatnya
lagi
dan lagi
setiap hari
kupatahkan ilalang dan kulingkarkan anyaman alam itu ke jarimu
berharap cincin sederhana itu bisa menenangkan
hati dan pikiranmu yang rumit
yang biasa tersembunyi
dalam sederhananya sikapmu
dalam senyuman bercahaya itu
dalam simpelnya keseharianmu

I watch the blue sky and be thankful in my beating heart
that i have that, that priceless key
a key to your heart

Sayangnya
Aku terbangun oleh diammu di sampingku
Dekat namun hati kita terpisah jauh

Crumbling, realizing
I'm captivated in an illusion

Tidak ada komentar:

Posting Komentar