
Dalam diam kupandangi hari dan bulan berganti
cinta dan benci datang dan pergi
Dalam diam kupendam pedih dan gembira
sahabat dan saingan bolehlah
singgah dan berpisah
Dalam diam untung dan malang
menarikan tango yang erat dan panas
dalam hatiku, menjebak pikiran
dan mataku
di keindahan dan kediaman yang tak pantas
Dalam diam sikapmu
dingin angin musim bertiup lirih
saat kau tiadakan aku
dari harimu, dari hidupmu
Dalam diammu
kau
torehkan belati ketidakpedulian
membunuh sayang dan bahkan
kasihan
Masihkah ada di matamu
atau sedikit lintas saja di lamunanmu
aku
dalam diammu
aku mati tanpa benci
Tidak ada komentar:
Posting Komentar